Jumat, 06 November 2015

ISTIQOMAH

Assalamualaikum Gaes...

Kali ini saya akan menyapa antum sekalian, Selamat malam..! Apa kabar..! semoga sehat dan sukses selalu ya..selama saya vakum dalam update status  ...ups! kayak 'sosmed aja ya. maksud ane entri tulisan ke blog yang ane sayangi ini.. yaelah suit suit...banyak event/aktifitas melelahkan yang menyita banyak waktu sehingga tidak sempat menulis, masih ngeles lagi, ngomong aja malas dan tidak istiqomah. hehe..kok tahu iya betul banget, kata yahngd terakhir ini yang berat..ngomongin istiqomah ane punya landasan dasarnya atau bisa disebut dalilnya, kurang lebih seperti ini: " Istiqomatu afdholu min alfil karomah, artinya: "Istiqomah itu lebih afdhol dari seribu karomah". maksudnya bila kita ingin dapat karomah, ya harus istiqomah. apapun amalan/aktifitas walaupun kecil tetapi dilakukan secara rutin, jangan ditanyaa hasilnya, pasti sip.  Demikian sharing ane. semoga bisa istiqomah amin,,  See U @TOP

Senin, 01 Juni 2015

AL-MUTTAQIN

Semangat Pagi Gaes...

Tak terasa sekarang kita sudah berada di pertengahan tahun, tepatnya di awal bulan Juni 2015 dan tadi malam juga bertepatan dengan malam istimewa yaitu malam nisfu sya'ban (15 Sya'ban 1436 H). Di malam itu apakah kita sudah melakukan amalan sunnah berupa: membaca QS. Yaasiin sebanyak 3x,  Apakah kita sudah bermaaf-maafan dengan orang tua, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita? Pada malam itu (Nisfu Sya'ban) Malaikat pencatat amal menyampaikan catatan amal perbuatan kita setahun lalu kepada Allah. dan semoga Allah SWT mengampuni dosa kita setahun yang lalu.

Sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan dan dibebaskan dari api neraka. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).  

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan seperti tahun-tahun lalu, tentunya harus diniatkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan akhirnya menyandang predikat Al-muttaqin yaitu predikat bagi orang-orang yang tinggi derajat ketaqwaannya kepada Allah SWT.  Allahumma Amin.

Selasa, 05 Mei 2015

THE POWER OF DREAM

Ia lahir & besar di Ukraina dr keluarga yg relatif miskin. Di usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yg dikenal sbg “American Dream” Pada usia ke-17, ia hanya bisa makan dr jatah pemerintah, nyaris mjd gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sbg tukang bersih2 supermarket. Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Ia lalu kuliah di San Jose... University. Tapi kemudian memilih drop-out, krn lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, pemuda tsb diterima bekerja sbg engineer di Yahoo! Ia bekerja di sana selama 10 thn. Di situ, ia berteman akrab dgn Brian Acton. Keduanya membuat sebuah program
aplikasi di tahun 2009, setelah resign dari Yahoo! Keduanya sempat melamar ke Facebook yg tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.
Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka karena setelah bbrp tahun, Program Aplikasi mereka justru resmi dibeli Facebook
dengan harga fantastis USD 19Miliar (sekitar Rp 247 Triliun).
Pemuda itu bernama Jan Koum, Pendiri "WhatsApp" yg fenomenal. Beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yg
mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu saat berumur 17 thn, setiap pagi antre utk mendapatkan jatah makanan dr pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan utk makan saja ia tdk punya uang..
Pelan2, air matanya meleleh. Ia tdk pernah menyangka perusahaannya dibeli dgn nilai setinggi itu. Ia pun mengenang ibunya yg rela menjahit baju buat dia demi
menghemat. “Tak ada uang, nak…”. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
***
Teruslah BERMIMPI, Teruslah BELAJAR, Teruslah BERUSAHA

Rabu, 25 Februari 2015




Sebab-Sebab Turunnya Rizki 

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
1. Taqwa Kepada Allah
Taqwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."
Allah swt juga berfirman, artinya,
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)
2. Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
3. Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang."(HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
4. Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
5. Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya."(QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."
Juga firman Allah yang lain,artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)
6. Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)
Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
8. Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )

Senin, 02 Februari 2015

PENGEMBARA




Suatu hari seorang pengembara sedang melintas di suatu gurun pasir yang sangat panas dan dia bekeinginan sekali untuk beristirahat. Pada suatu Oase, beristirahatlah si pengembara itu dan karena lelahnya, dia pun tertidur di Oase tersebut.

Dalam tidurnya, si pengembara bermimpi ada seorang tua yang meminta dia untuk mengumpulkan batu – batu kerikil yang ada di sekitar Oase dan harus dibawa pulang.

Begitu bangun, si pengembara termenung dengan mimpi yang dia dapat. Apakah yang harus saya lakukan ?. Apakah saya harus mengumpulkan batu – batu kerikil itu atau tidak ?. Akhirnya diapun memutuskan untuk mengumpulkan batu – batu kerikil secukupnya, dan menyimpannya dalam kantong yang dibawanya karena dia berpikir akan terlalu berat apabila membawa batu kerikil terlalu banyak.

Setelah melanjutkan perjalannya, diapun penasaran dan membuka kantongnya. Sungguh terheran – heran dan takjub dia begitu melihat bahwa batu kerikil yang dibawanya tadi, sekarang telah berubah menjadi sekumpulan batu permata yang begitu berkilau dan indah.

Dalam hati dia berpikir…… sungguh menyesal dia mengapa hanya membawa batu kerikil sedikit saja…!

Pesan inspirasi: Penyesalan selalu datang belakangan, kalau datangnya di depan itu namanya kesempatan. so jangan sia-siakan kesempatan baik yang datang, agar tiada penyesalan di hari mendatang.     Let us create more opportunities...

Salam Pakar,
FunTACTIC Trainer
 

Kamis, 29 Januari 2015

Dari Dot Blogspot Menjadi Dot Com

    Alhamdulillah mohon doa restu, tinggal menunggu beberapa saat lagi, blog kami (www. pakaroutbound.blogspot.com) berubah menjadi (www.pakaroutbound.com). Dari dot blogspot dot com menjadi dot com. proses ini adalah momen paling krusial bagi kami, mengingat hal ini merupakan pengalaman kami yang perdana untuk ikut andil dalam proyek prestius ini. ya walaupun bekal ilmu kami dalam dunia on-line masih sangat dangkal alias "nol putul". walaupun begitu hal itu tidak mengurangi semangat kami yang sedang melambung tinggi untuk melanjutkan proyek ini. karena prinsip kami, "Untuk Melangkah tidak perlu menunggu Sempurna, learning by doing". do'a kami bersama, semoga proses peralihan ini diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT, sehingga hasilnya menjadikan blog ini menjadi blog yang profesional, keren kontennya dan besar manfaatnya. setelah itu yang tidak kalah pentingnya ialah banyak dikunjungi orang. sekian. SEE U at TOP

Sabtu, 24 Januari 2015

CAHAYA LILIN by. Andrie Wongso


      Di sebuah kerajaan, raja mempunyai dua orang putra yang beranjak menjadi dewasa. Mereka berdua sama pandainya dan baik hati. Melihat karakter dan kemampuan kedua putra mahkota, rakyat merasa lega dan berbahagia karena kelak, apabila raja turun dari tahta, siapapun di antara kedua putra mahkota, pasti akan mampu memimpin kerajaan dengan baik dan bijak.

    Akhirnya tiba waktunya, raja harus menentukan pilihan, siapa penerus tahta di antara dua anak tersebut. Setelah memikirkan cukup lama, maka suatu hari dipanggillah keduanya untuk menghadap raja.“Anakku! Ayah tahu kalian berdua sama-sama pandai, berprestasi, serta mencintai kerajaan ini. Ayah menyayangi kalian dan tidak pernah membeda-bedakan. Umur ayah sudah semakin tua, suatu hari kelak, ayah harus menyerahkan tahta kerajaan ini kepada salah satu di antara kalian. Entah siapapun kelak yang memerintah kerajaan ini, kalian harus tahu dan mengerti, bahwa ayah tidak pernah meragukan kemampuan kalian dan tetap mencintai kalian sama besarnya.”

    Setelah diam sejenak, sang raja melanjutkan, “Ada yang Ayah ingin kalian pikirkan baik-baik sebelum menjawab. Jawaban kalian akan menentukan seberapa besar kebijaksanaan yang kalian punyai untuk menjadi diri sendiri dan pemimpin di kemudian hari. Apakah kalian siap mendengar?” Keduanya menganggukkan kepala dan bersamaan menjawab, “Kami siap!” Lalu sang raja memberi sekeping uang emas kepada kedua putranya sambil berkata, ”Dengan uang ini belilah benda atau apa saja yang dapat memberikan gambaran dan pandanganmu apabila engkau memimpin kerajaan ini”.

    Tiga hari kemudian, saat malam tiba, satu persatu mereka menghadap raja. Si sulung ternyata membeli sebuah pena, diapun menjelaskan, “Pena adalah benda yang penting dan serba guna. Dengan pena ini, aku akan menulis semua yang Ayah inginkan dan rencanakan untuk kesejahteraan kerajaan ini. ”Saat si bungsu tiba, dia mengajak ayahnya masuk ke dalam sebuah ruangan yang gelap, dan menghidupkan lilin di tangannya sambil berucap, “Ayah,  menurut ananda, seorang pemimpin sama seperti cahaya lilin ini, memberi penerangan bagi mereka yang ada di kegelapan dan menjadi panutan pada semua orang yang dipimpinnya. Dan setiap saat rela berkorban untuk penerangan itu sendiri.” Sang raja sangat gembira dengan jawaban kedua putranya. Setelah menganalisa secara saksama, akhirnya sang raja memilih anak kedua sebagai calon penerus tahta kerajaan. 

    Netter yang LuarBiasa, Gambaran seorang pemimpin sama seperti nyala sebuah lilin yang mampu menerangi dan menghangatkan seisi ruangan adalah tepat sekali, karena pemimpin bukanlah sekadar posisi yang hanya memerintah dan mengawasi. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk membimbing, membina, dan mengembangkan kelebihan orang yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam proses pencapaian cita-cita bersama. Kepemimpinan adalah teladan, pengabdian dan proses tanggung jawab tanpa henti. Salam Sukses Luar Biasa!   (by. Andrie Wongso)